Menanti Kilau Fajar Faturachman

Borneo FC tampil mengesankan di Liga 1 2019 dengan finis di peringkat ketujuh klasemen akhir. Musim lalu, Borneo kerap mengorbitkan pemain muda untuk mendorong tim maju. Pemain seperti Sihran Amirullah, Ulul Azmi, Nurdiansyah, Gianluca Pandeynuwu, Makarius Suruan berkembang pesat di bawah bimbingan pelatih Mario Gomez.

Musim ini, dengan adanya aturan wajib menyertakan pemain di bawah usia 20 tahun di staring line-up, Borneo FC semakin terwadahi untuk mengorbitkan pemain muda.

Salah satu pemain yang didatangkan oleh tim berjuluk Pesut Etam itu adalah penyerang sayap berusia 19 tahun,  Fajar Faturachman. Fajar bergabung dengan durasi kontrak jangka panjang.

Fajar Faturachman pemuda kelahiran Manokwari 25 Mei 2002 merupakan pemain yang sangat berbakat yang menghabiskan sebagian besar karirnya sebagai pemain penyerang sayap, Kecepatan, kemapuan tipu daya, giring bola dan kreativitas tinggi membuatnya secara alami cocok dengan perannya sebagai penyerang sayap.

Fajar menarik perhatian setelah tampil gemilang dengan ASAD, bermain ciamik bersama Timnas Indonesia U-16, juara bersama Persib U-16 di liga Epa dan terakhir tampil gemilang bersama Timnas Indonesia U-19, dengan menjadi pencetak gol terbanyak  dengan koleksi tiga gol di ajang  Kualifikasi Piala AFC U-19 2020.

Lantas, bagaimana Fajar akan cocok di Borneo?

Mario Gomez biasanya menerapkan pola 4–4–2. Dalam pola ini, transisi menyerang sayap yang secara shape akan melebar dan akan masuk ke half-space saat full back overlap ke 3rd menyusuri area yang luas.

Pola ini akan menjadi hal yang baru bagi Fajar karena ketika di tim nasional U-19, dia biasanya ditempatkan sebagai penyerang sayap yang memberinya lebih banyak ruang. Akan tetapi, proses transisi ini sepertinya tidak terlalu sulit mengingat kecerdasan bermain yang dimiliki Fajar.

 

Fajar Faturachman pemain yang cukup bagus. Dia fasih dalam permainan kombinasi, terampil, dan mengoper dengan baik, memberikan umpan silang dengan baik dan merupakan finisher yang baik. Pace juga merupakan penyerang yang sangat cerdas yang membaca permainan dengan baik yang membantunya mengidentifikasi ruang untuk dieksploitasi. Dia terkadang bergerak melebar untuk mencari ruang, tetapi kebanyakan dia menemukannya di antara garis atau di belakang pertahanan lawan. Jika rekan satu timnya lebih progresif dalam penguasaan bola, bisa mendapatkan keuntungan besar.

Terlebih, berkaca dari peran pemain sayap di Borneo FC musim lalu, seharusnya Fajar tak menemukan kesulitan. Kecepatannya akan dibutuhkan untuk melakukan serangan balik cepat yang sering dilakukan pasukan Mario Gomez.

Masalah yang dihadapi Fajar adalah merebut kepercayaan pelatih untuk mendapatkan tempat di tim utama. Fajar mesti bersaing dengan Terens Puhir yang jadi langganan di posisi sayap dan bermain luar biasa.

Borneo juga menambahkan mantan pemain sayap Barito, Dedi Hartono ke dalam skuad musim ini. Fransisco dan Diego Campos pasti akan menjadi starter sebagai penyerang dan di sayap menyisakan dua tempat untuk diperebutkan oleh Puhiri, Sihran, Dedi Hartono dan Fajar Faturachman.

Di sisi lain,  Borneo akan memiliki kedalaman skuad yang merata yang bisa memberi mereka lebih banyak opsi dan rotasi.

Fajar Faturachman mungkin akan diberi kesempatan oleh Mario Gomez. Setelah itu, segalanya bergantung kepada dirinya sendiri. Jika Fajar bisa memaksimalkan potensinya bermain sebagai Winger tentu sebuah keuntungan bagi Fajar untuk bisa dapat tempat kembali di Tim Nasional Indonesia. Skema Mario Gomez dan Shin Tae Yong tidak jauh berbeda, kita akan menyaksikan satu lagi pemain muda yang tampil ke permukaan di kancah sepakbola Indonesia.[]

(Visited 53 times, 1 visits today)
Post a Comment

You don't have permission to register