Manchester United Beruntung Miliki Van De Beek

Donny van De Beek bergabung ke Manchester United dari Ajax Amsterdam pada awal musim 2020/21. Van de Beek dibeli United dengan harga 40 juta paun atau sekitar Rp787 miliar. Sebelum kehadiran Van de Beek, United sudah punya gelandang seperti Paul Pogba, Bruno Fernandes, Fred, Mc Tominay, Jesse Lingard, Juan Mata. Lantas apa keuntungan yang didapatkan United dengan kehadiran Van de Beek?

Hadirnya Van De Beek menambah opsi bagi United di lini tengah. Van de Beek menambah kedalaman skuad United. Kedalaman skuad penting bagi United yang bertanding di liga domestic dan Liga Champions, terlebih di tengah jadwal yang padat. Meski United sudah diuhuni banyak gelandang berkualitas sebelumnya, bukan berarti United tak perlu lagi menambah pemain di lini tengah. Kehadiran Van de Beek bisa menambah kekayaan karakter pemain tengah yang dimiliki United.

Donny Van De Beek merupakan pemain tengah yang bisa ditempatkan di banyak posisi (versatile). Meski demikian, Van De Beek mungkin paling nyaman bermain dengan peran sebagai nomor delapan yakni mengatur ritme permainan.

Kelebihan Van de Beek sebagai pemain versatile sudah terasa sejak dirinya bermain untuk Ajax Amsterdam. Selama bermain di Ajax, Van de Beek sering bermain sebagai pemain nomor sepuluh dalam formasi 4-2-3-1, dan sebagai pemain no delapan dalam formasi 4-3-3. Perubahan peran tersebut biasanya juga terjadi karena perombakan tim. Hengkangnya Frenkie de Jong ke Barcelona pada musim 2019/2020, membuat pelatih Ajax mengubah peran Van De Beek untuk bermain lebih dalam  sebagai poros ganda.

Kepiawaian Van de Beek bermain sebagai poros ganda tampak ketika sang pemain membela Manchester United. Di laga Manchester United vs Istanbul Basaksehir pekan lalu, Van De Beek bermain di poros ganda bersama Fred. Van De Beek pintar membaca permainan, sabar dalam menutupi ruang berbahaya dan waspada melindungi unit paling defensif United.

Ketika United kehilangan bola di depan, Van De Beek pandai melacak dan langsung menekan lawan untuk memulihkan penguasaan. Bek istanbul pun langsung melakukan cleareance bola ke depan, dan bola tersebut lansgung diakuasi oleh Aaron Wan Bissaka. [Lihat gambar 1]

 

Gambar 1

Van De Beek juga piawai memainkan operan vertikal untuk perkembangan bola yang lebih cepat, membuat pertahanan Istanbul Basaksehir tidak seimbang. Pemosisian tubuh Van De Beek juga cukup membantunya karena memungkinkannya untuk menerima dan memainkan bola dengan cepat.

Pemain asal Belanda ini juga memiliki kemampuan teknis untuk menerima bola dan memainkan operan di berbagai sudut dengan kedua kakinya, membuat pemain lawan lebih sulit untuk memprediksi di mana dan bagaimana dia akan melakukan umpan ke depan. Van de Beek mungkin tidak diberkati akurasi operan yang luar biasa, tetapi kualitas teknis dan taktisnya membuat dia masih bisa menggerakkan bola secara progresif dan menemukan rekan setim di area berbahaya. [Lihat gambar 2]

Gambar 2

Van de Beek jika diberi peran beroperasi sebagai gelandang yang lebih advanced di lapangan dan memungkinkan untuk bergabung dengan tiga penyerang, maka dia akan memulai sebagian besar run atau link-up dari area sentral, koneksi dengan nomor pemain nomor sembilan sangat penting untuk meningkatkan pengaruhnya. Ketika di Ajax, Dusan Tadic telah melakukan link up ini dengannya selama beberapa musim terakhir yang memungkinkan De Beek mengeluarkan yang terbaik dari dirinya. Gerakan give-and-go, lay-off dan off-the-ball yang cepat adalah kunci bagi keduanya untuk dengan mudah.

Faktor lain yang mendasari ini untuk bekerja adalah juga peran pemain nomor sembilan yang Tadic terapkan dengan baik di Ajax. Tadic unggul dalam berbagai hal seperti drop lebih dalam untuk buka ruang bagi pemain lain, melebar untuk bertukar posisi dengan pemain sayap, menerima bola lalu ditahan dan lakukan link up operan pantulan dengan Donny Van De Beek.

Kini di United, Van de Beek bisa melakukannya dengan Anthony Martial dan Marcus Rashford. Martial dan Rashford bisa menahan permainan untuk bermain kombinasi, membuat pemain bertahan lawan melebar dengan kemampuan dribbling dan turun lebih ke dalam untuk membuka ruang bagi pemain lain. Tentunya jika Van De Beek diberi peran lebih advanced, Rashford atau Martial bisa menjadi  link up.

Van De Beek juga unggul dalam menemukan ruang kecil di shape lawan yang terorganisir dan membuat ledakan singkat di belakang mereka untuk menempatkan dirinya dalam posisi pencetak gol. Van De beek juga cukup bagus dalam melakukan penyelesaian akhir. Kelebihan terakhir yang disebutkan lahir berkat kepiawaiannya melakukan pergerakan yang cerdik.[Lihat Gambar 3]

Gambar 3

Meski telah banyak dihuni oleh para pemain tengah berkualitas, kehadiran Van de Beek bukan malah menambah sesak pemain di lini tengah. Kehadirannya justru membuat Manchester United memiliki banyak opsi di sektor tengah, terlebih di tengah padatnya jadwal kompetisi seperti saat ini.[]

(Visited 60 times, 1 visits today)
Post a Comment

You don't have permission to register