Menanggulangi Krisis Manajemen Persib

Konten yang buruk, cara komunikasi yang payah, dan puncaknya membuat syarat yang harus dipenuhi bobotoh jika ingin laga  uji coba disiarkan: men-subscribe kanal YouTube Persib hingga mencapai 700 ribu subscribers.

Itulah tiga dari sekian banyak hal yang kerap dilakukan Persib Bandung melalui akun media sosialnya dan membuat bobotoh Persib meradang.

Tentunya, mengajari Public Relation kepada manajemen Persib mengenai  hujatan bobotoh di media sosial adalah seperti mengajari ikan berenang. Banyak orang hebat di tubuh manajemen Persib yang khatam soal Public Relation. Tetapi, mirisnya, hujatan demi hujatan selalu datang ke para pengelola akun media sosial Persib.

Menurut saya, hal tersebut bisa menjadi krisis reputasi yang dapat melanda Persib Bandung. Bisa saja Persib dicap buruk oleh suporter tim lain karena terus menerus dihujat oleh pendukungnya sendiri.

Menurut Institute of Public Relations, krisis didefinisikan sebagai ancaman signifikan terhadap pengelolaan sebuah badan yang dapat memiliki konsekuensi negatif jika tidak ditangani dengan benar.

Dalam krisis manajemen, ancamannya adalah potensi kerusakan yang dapat ditimbulkan oleh krisis terhadap organisasi, pemangku kepentingan, dan industri. Krisis dapat menciptakan tiga ancaman terkait:  keselamatan publik, kerugian finansial, dan  kehilangan reputasi.

Dikutip pula dari jurnal yang diterbitkan oleh Argyro Elisavet Manoli, “Krisis Manajemen Komunikasi dalam Klub Sepak Bola”,   industri sepak bola menghadapi krisis dengan berbagai sifat dan ukuran. Seperti masalah antara manajer  dan pemain hingga masalah keuangan klub dan masalah struktur organisasi

Dalam kasus Persib, bagi saya, yang terjadi adalah krisis komunikasi terhadap audiens di media sosial yang bila tidak ditangani dengan benar oleh manajemen Persib, bukan tidak mungkin kerugian demi kerugian akan datang menghampiri cepat atau lambat.

Menurut saya, ada setidaknya 6 langkah yang dapat diambil manajemen Persib untuk menanggulangi krisisnya.

 

Pahami Audiens

Tidak bisa dimungkiri Persib merupakan topik yang selalu menarik bagi bobotoh. Namun, bobotoh memiliki beragam karakter. Mulai dari yang kritis, loyal,  hanya mengkritik tidak mau memberi solusi, menjaga jarak dan lain-lain. Sering kali, Persib mendapatkan tekanan dari bobotoh yang kritis. Untuk menyikapi hal ini, interaksi yang cukup dengan audiens bobotoh yang kritis tersebut dapat membuat tekanan lebih teratasi.

 

Buat Daftar Manajemen Krisis

Dalam prakteknya, hal seperti ini lumrah digunakan dalam dunia Public Relations. Buat rincian sebelum, sedang dan setelah menghadapi krisis manajemen. Identifikasi masalah dari hulu ke hilir, mulai dari mengolah informasi sampai dengan perhitungan efek yang terjadi bila informasi tersebut disampaikan.

 

Buat Tim Manajemen Krisis

Dalam prakteknya, krisis dapat diidentifikasi apabila ada tim yang ditugaskan khusus untuk hal tersebut. Persib bisa melibatkan sekelompok bobotoh yang kompeten sebagai mitra untuk menyaring konten sebelum diunggah di media sosialnya. Coba konten tersebut dites oleh mereka, apakah hal itu akan bermasalah bila disebarkan kepada khalayak.

 

Baca ulang

Khususnya untuk admin Persib, sebelum mengunggah hendaknya membaca ulang apakah unggahan tersebut dapat membuat sentimen baik atau buruk di kalangan bobotoh.Cobalah pikirkan, akan seperti apa reaksi bobotoh ketika melihat unggahan tersebut.

 

Cek Segmentasi 

Dalam praktiknya, ketika berbicara media sosial, setiap platform tentunya memiliki audiens yang berbeda-beda sifat, kebiasaan dan daya beli. Contoh saja bila berbicara Facebook yang merupakan platform sejuta umat tetapi memiliki engagement yang kurang baik dikarenakan kurangnya informasi dan kemampuan untuk daya beli. Berbeda dengan Twitter yang terhitung lebih sedikit dibandingkan Facebook tapi memiliki kemampuan daya beli yang baik. Selalu analsis dan buat kesimpulan mengenai market yang akan dimasuki oleh manajemen.

 

Buat Aturan

Buat aturan apa yang harus dan tidak harus dilakukan oleh Tim Media Sosial, agar tidak terjadi kontroversi dan kesalahan yang merugikan di kemudian hari. Dalam praktiknya sendiri mungkin cukup sulit, namun dapat mengurangi manajemen krisis.[]

 

(Visited 1,976 times, 1 visits today)

Pushing yourself more than the limit not means you are closer to the edge

Post a Comment

You don't have permission to register