Menanti Sentuhan Kedua Mario Gomez di Borneo FC

Borneo FC memperkenalkan Roberto Carlos Mario Gomez sebagai pelatih baru mereka pada Jumat, 21 Agustus 2020. Ini kali kedua Gomez melatih Borneo, setelah sempat hengkang ke Arema FC pada awal musim 2020.

Bukan tugas yang mudah bagi Gomez saat memulai lagi kiprah Bersama Borneo FC. Suporter Borneo pastinya berharap sangat besar kepada Gomez agar tim kesayangannya bisa kembali berbicara di kompetisi nasional. Pada Liga 1 2019, Gomez sempat membawa Borneo bersaing di papan atas, sebelum akhirnya finis di peringkat ke-7.

Saat ini, Borneo FC bertengger di peringkat ketiga klasemen sementara Liga 1 2020. Borneo mengumpulkan enam poin. Hasil dari dua kali menang, satu kali kalah.

Selama melatih di Indonesia, Gomez dikenal dengan gaya bermain pragmatis. Gomez bukan tipikal pelatih yang menginstruksikan anak asuhnya untuk membangun serangan dari kaki ke kaki. Permainan bola-bola panjang kerap jadi ciri permainan dari tim yang dilatihnya.

Ketika menukangi Persib (2018) dan Borneo FC (2019), Gomez kerap menginstruksikan anak asuhnya membuat sebuah pressing tinggi dan blok defensif kompak yang dirancang untuk membatasi ruang pergerakan lawan.

Struktur kompak ini kemudian dibuka saat timnya berhasil merebut bola. Para pemain akan bergerak melebar untuk meregangkan lapangan dan memberi banyak pilihan saat melakukan serangan balik.

Gomez mengisnturskian dua pemain depan untuk bersikap proaktif dalam menekan oposisi kembali jika mereka mengambil alih bola.

Gomez menginsturksikan anak asuhnya mempertahankan blok defensifnya yang dalam.

Dalam skema serangan, Mario Gomez selalu memasang satu target man dan satu shadow striker. Gomez memfokuskan pada gerakan tajam di belakang target man mereka, strategi ini efektif ketika melatih di Borneo dan Persib. Pergerakan pemain nomor 10 begitu ekplosif ,dan dengan mudah menipu half space lawan.

Ditambah peran pemain nomor 8 sebagai jenderal lapangan tengah, yang terlihat baik ketika menyerang maupun membantu pertahanan. Dua fullback juga aktif memenuhkan kotak penalti ketika fase menyerang. Ini taktik yang diperagakan Mario Gomez di tim-tim sebelumnya.

Gambar di atas memperlihatkan gerakan tajam di belakang striker yang diterapkan Gomez efektif , pergerakan pemain yang ditandai nomor 10 begitu eksplosif,dan mudah menipu half space lawan. Ditambah peranan nomor 8 yang membantu saat menyerang maupun bertahan. Ini taktik yang diperagakan Mario Gomez, di mana mereka akan coba untuk memenuhi kotak penalti dengan 4–5 pemain.

Musim ini, Borneo FC banyak dihuni pemain muda potensial seperti Arya Putra atau Ilhamsyah yang baru promosi ke tim utama. Ditambah lagi dengan adanya beberapa pemain muda yang sudah bersinar sejak musim lalu berkat sentuhan tangan dingin Mario Gomez seperti Sihran Amirullah, Makarius,Ulul Azmi dan Pandeynuwu.

Tentunya menarik melihat kiprah Mario Gomez dalam meracik para pemain muda yang dimilikinya dengan ciri khas taktik yang diusungnya selama ini. Apakah Mario Gomez akan berhasil menerapkannya?

Perjalanan Gomez di Borneo musim ini akan menjadi cerita yang menarik untuk diikuti saat Liga 1 kembali digulirkan bulan Oktober 2020 mendatang.[]

(Visited 24 times, 1 visits today)
Post a Comment

You don't have permission to register