Please Come Back, Bauman

“Target kita tentunya ingin menjadi tim pertama yang menang melawan Madura United di musim ini.” Robert Alberts mengatakan kalimat itu dengan mantap saat menghadiri sesi konferensi pers di Grha Persib, Sabtu (22/6/2019). Achmad Jufriyanto yang juga hadir di sana, segendang sepenarian dengan pelatihnya. Keduanya memancarkan rasa optimis yang besar. Sesuatu yang wajar mengingat Persib selalu meraih hasil mengecewakan di dua pertandingan sebelumnya. Inilah saatnya untuk bangkit.

Ucapan Robert nyaris menjadi kenyataan di hari pertandingan. Ezechiel Ndouasel yang koleksi kartu kuningnya lebih banyak dibanding golnya sejauh ini, berhasil membuka keunggulan Maung Bandung di menit ke-78. Keunggulan itu bertahan hingga waktu normal tinggal menyisakan satu menit lagi. Sayang, petaka justru datang di sisa waktu yang sedikit itu.

Zulfiandi menari-nari melewati beberapa pemain belakang Persib di kotak penalti. Setelah mendapatkan posisi yang enak untuk menembak, ia melepaskan tembakan ke sudut kanan gawang I Made Wirawan. Gol. Kedudukan 1-1 bertahan hingga akhir pertandingan. Hasil imbang ketiga dari empat pertandingan yang dijalani Persib musim ini.

Merindukan Bauman
Lini depan menjadi salah satu hal yang paling disorot bobotoh dari pertandingan melawan Madura United. Masalah ini sebenarnya sudah terasa sejak pertandingan melawan Tira-Persikabo. Banyak peluang emas gagal dikonversi menjadi gol saat itu. Ternyata masalahnya masih berlanjut di pertandingan melawan Madura United. Dan penyerang anyar Persib, Artur Gevorkyan, menjadi pemain yang paling banyak disorot.

Artur memang memukau banyak mata di laga pertama melawan Persipura dengan mencetak dua gol. Namun, ia gagal menjaga konsistensi. Bahkan penampilannya cenderung terus menurun.

Di pertandingan melawan Madura, ada satu peluang emas yang didapatkannya pada menit ke-53. Umpan mendatar Frets Butuan berhasil menemui kaki Artur yang sudah berada di mulut gawang. Tapi, tembakan Artur berhasil diblok  pemain belakang Madura. Bola muntah kemudian disambar Kim Kurniawan dan membentur lagi pemain belakang Madura lalu menemui lagi kaki Artur. Tembakan ke gawang dilakukan lagi oleh Artur dan ternyata gagal lagi. Bola sepakannya melambung tinggi keluar lapangan.

“Speed jeung (penempatan) posisina payah. Apalagi daya juang,” sebut Dian Hardiana, redaktur Balbliterid, menanggapi penampilan Artur dalam sesi diskusi internal redaksi.

Semakin mengecewakannya kinerja Artur membuat banyak bobotoh merindukan sosok Jonathan Bauman, tandem Ezechiel di lini depan musim lalu. Melansir Indosport, kata “Bauman” sempat menjadi trending topic di Twitter beberapa saat usai laga.

Bahkan kawan saya yang dulu sering meliput Persib, Bintang Bilfaqih, mengunggah foto Bauman di akun Twitter pribadinya.“Kambek (come back) Bauman, sih, nu bener,” ujar Bintang kepada saya usai laga.

Mereka yang merindukan Bauman punya alasannya masing-masing namun semua mengarah pada satu kesimpulan: Bauman jauh lebih baik dari Artur.

Jika mengukur hanya dari empat pertandingan awal, catatan Artur memang lebih baik dari Bauman. Artur sudah mencetak dua gol dari empat laga awal yang dimainkannya bersama Persib. Sementara Bauman, dari empat laga awal bersama Persib di musim kemarin, hanya mampu mencetak satu gol.

Namun, akan lain halnya jika kita melihat performa secara keseluruhan selama satu musim penuh. Di musim 2018, berdasarkan catatan Transfermarkt, Artur yang bermain di klub Qizilqum Zarafshan hanya mampu mencetak 9 gol dari 30 pertandingan yang dijalaninya. Sementara Bauman, masih menurut sumber yang sama, berhasil mencetak 12 gol plus 8 assist dari 26 pertandingan yang dijalaninya bersama Persib. Andaikan Bauman tidak dijatuhi sanksi larangan bermain sebanyak dua laga di musim itu, sangat mungkin catatan gol dan assist yang dikoleksinya akan jauh lebih banyak.

Secara performa di atas lapangan, nyaris tidak alasan yang masuk akal bagi Persib untuk mengakhiri kontrak Bauman. Namun, ternyata manajemen punya pandangan lain.

“Ada yang pasti enggak (berlanjut). Ada yang sedang dipertimbangkan. (yang dipertahankan). Ya kalian tebak sendiri sudah bisa baca sendiri. Kalau In-Kyun sudah ucap perpisahan selesai, Bauman juga kayanya, dengan attitude seperti itu,” ujar Teddy Tjahyono, Direktur PT PBB, saat ditanya mengenai kelanjutan kontrak Bauman dan beberapa pemain lain, dikutip dari Simamaung.

Persoalan attitude ternyata menjadi pertimbangan manajemen untuk mengakhiri kontrak Bauman. Entah sikap apa dari Bauman yang dianggap Teddy bermasalah. Kemungkinan besar  merujuk ketika Bauman terlibat pertikaian dengan Ezechiel di pertandingan melawan Barito Putera.

Namun, jika merujuk kepada laga itu, bagi saya justru Ezechiel yang lebih menunjukkan sikap tidak terpuji. Pemain asal Chad itu bereaksi berlebihan dengan mendorong wajah Bauman hanya karena tidak mendapat sodoran bola. Beruntung Bauman tidak ikut terpancing emosinya sehingga pertikaian pun bisa lebih cepat reda.

Memang terdapat beragam spekulasi lain tentang buruknya attitude Bauman. Semisal isu bahwa ia menerima suap, tidak bermain dengan sepenuh hati untuk Persib, dan lain-lain. Tapi itu semua tidak bisa dijadikan pegangan karena tidak ada bukti faktual yang melaporkannya. Tidak ada bukti yang menjelaskan bahwa Bauman memang menerima suap. Semua hanya sebatas rumor yang diembuskan orang-orang tertentu di media sosial layaknya acara gosip pagi hari.

Kini, Bauman telah pergi dan tidak ada jaminan ia akan kembali. Maka yang bisa dilakukan oleh mereka yang merindukannya adalah mengenang sambil mengulang kalimat permohonan yang biasa diucapkan bobotoh, “Please, come back!”[]

Referensi:
“Persib Bandung Ditahan Imbang Madura United, Bobotoh Rindu Bauman”
“Para Pemain Asing, Satu yang Pasti Bertahan”

(Visited 113 times, 1 visits today)

Meminati sepakbola yang berkisah. Balbliter's Sidekick.

Post a Comment

You don't have permission to register