Viking UPI Cup dan Semangat Kekeluargaan

Pada Sabtu (23/11/2019), lapangan parkir MB Futsal di Cipedes, Bandung, terlihat lebih ramai dari biasanya. Sejumlah orang dengan jersi seragam tampak sedang melakukan perbincangan serius di salah satu sudut parkiran, mereka sedang menyusun strategi pertandingan.

Di pintu masuk gedung futsal terpampang sebuah spanduk berbentuk persegi dengan tulisan, “Selamat Datang Peserta Viking UPI Cup 5”. Hari itu, sedari pagi hingga petang, digelar turnamen futsal antarmahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang diselenggarakan oleh Viking UPI.

“Ini turnamen Viking UPI Cup yang kelima. Sebelumnya, turnamen ini sempat vakum selama tiga tahun. Alhamdulillah tahun ini bisa terlaksana kembali,” ucap Muhammad Sultan Firmansyah, Ketua Pelaksana Viking UPI Cup 5.

Sebanyak 24 tim bersaing untuk menjadi kampiun. Seluruh peserta turnamen ini merupakan mahasiswa UPI dari berbagai fakultas dan Organisasi Daerah (Orda).

“Kalau pas Viking UPI Cup 3, tim pesertanya juga ada yang umum (bukan mahasiswa UPI).  Waktu itu bentuk turnamennya juga mini soccer, bukan futsal,” lanjut Sultan.

Bertanggung jawab sebagai Ketua Pelaksana di sebuah acara besar yang menjadi kegiatan tahunan Viking UPI tentu bukan hal yang mudah. Namun, Sultan bersedia melakukannya. Banyaknya sponsor yang siap membantu pendanaan acara menjadi salah satu faktor yang membuat Sultan berani mengambil tanggung jawab. Faktor lainnya, dan ini yang utama, adalah semangat mempererat kekeluargaan.

Tribute to Fadli Kuya
Awalnya, turnamen Viking UPI Cup 5 akan digelar sebatas turnamen futsal biasa. Namun, para senior di Viking UPI kemudian menyarankan agar turnamen kali ini digelar dalam rangka Tribute to Fadli Kuya.

Fadli Kuya merupakan salah satu pendiri Viking UPI. Perannya sentral dalam membangun dan mengurus Viking UPI. Beberapa bulan lalu, Fadli berpulang menghadap Yang Maha Kuasa.

Bogiem Sofyan, senior di Viking UPI yang mengenal baik Fadli Kuya, bercerita bahwa Fadli merupakan sosok yang penuh perhatian dan dedikasi kepada anggota Viking UPI.

“Jika ada salah satu anggota yang sakit misalnya, ia (Fadli) akan segera menjenguknya. Walaupun katakanlah hanya ia sendiri yang menjenguk (tidak dengan anggota lain),” ujar Bogiem.

Fadli Kuya telah menginspirasi sekaligus mewariskan semangat kekeluargaan kepada Viking UPI.  Sebab itulah sosoknya akan selalu dikenang.

“Bahkan para alumni berinisiatif untuk membuat kaus bergambar almarhum seperti ini (menunjukkan kaus yang dikenakan). Keluarga almarhum pun senang saat tahu turnamen ini dipersembahkan untuk almarhum, karena Viking UPI masih mengingat dan menghormati almarhum,” ungkap Sultan.

Sore itu, saya pun merasakan sendiri hangatnya kebersamaan dan kekeluargaan antar-anggota Viking UPI. Di meja panitia, anggota yang senior dan junior saling berbaur tanpa terlihat adanya rasa canggung. Satu gelas kopi diminum beramai-ramai. Mereka juga lepas dalam melemparkan berbagai candaan yang mencairkan suasana.

Kehangatan itu juga dirasakan oleh Shilpy Yanti, salah satu wasit yang memimpin pertandingan di turnamen tersebut. Wanita yang awalnya merupakan pemain futsal ini mengaku terkesan dengan turnamen Viking UPI Cup 5.

“Seru. Mungkin ini juga menjadi ajang silaturahmi antarfakultas, ya. Karena kalo di kampus itu kan fakultas-fakultas nyebar, nah Viking UPI Cup ini berhasil mempertemukan mereka di satu tempat,” ucapnya.

Acara Viking UPI Cup agaknya akan terus digelar ke depannya. Menurut Sultan, acara turnamen seperti ini lebih banyak manfaatnya karena banyak pelajaran yang bisa diambil.

“Nah, saya lihat biasanya kalau acara anniversary organisasi lain dirayakan dengan acara musik, pesta, hura-hura lah pokonya. Nah senior-senior di Viking UPI malah gak berminat dengan acara seperti itu. Karena yang gitu mah cuma rame-rame sebentar sudah itu beres, tanpa ada pelajaran yang bisa diambil,” tutup Sultan.[]

(Visited 114 times, 1 visits today)

Meminati sepakbola yang berkisah. Balbliter's Sidekick.

Post a Comment

You don't have permission to register